Sebelum menginjakkan ke bangku SMP, artinya selama menjalani masa-masa SD, saya adalah seorang anak yang pemalu. Tapi, perubahan besar terjadi setelah memasuki bangku SMP. Jadi lebih percaya diri, cuek dengan keadaan sekitar. Mungkin karena kenal dengan banyak teman, menyebabkan diriku seperti itu. Sebab, waktu SD, teman sekelas hanya berjumlah 30-an teman. Dan sewaktu SMP bisa kenal ratusan teman. Di SMP inilah, saya mulai mengenal apa itu CINTA. Meskipun itu cinta monyet, cinta anak ingusan. Ketemu dengan seseorang yang disukai, ketemu saja, senangnya bukan main. Dan juga, jaman dulu pacaran tidak sampai kelewat batas, cuma saling memandang saja, sudah senang. Tidak seperti saat ini. Tidak usah saya sebutkan, mungkin pembaca sudah tahu dari berbagai media, tentang perkembangan anak muda jaman sekarang.
Sedikit cerita yang sampai kapanpun tak akan aku lupakan.
Awal masuk sekolah, jaman dulu ada ‘penataran’ selama 1 Minggu. Entah mengapa waktu itu, diri saya banyak diperlukan disekolah. Ada tugas apaun dari Guru, yang di panggil pasti aku, padahal banyak teman lain. Pada saat-saat itu, banyak sekali teman yang mengajak kenalan denganku, bukan hanya sekelas, tapi dari beberapa kelas. Akhirnya, nama ‘Fitri’ jadi terkenal di SMP itu.
Suatu hari, saya di panggil oleh pihak sekolah melalui speaker. “Fitri, anak kelas 1… di mohon untuk segera datang ke ruang BP”. Begitu suara itu kudengar. Jantungku serasa mau copot. Karena bagi kami waktu itu, BP hanyalah untuk anak-anak yang kena kasus, anak-anak yang nakal. Sambil berjalan dengan perasaan malu & mau nangis, aku mendatangi ruang BP.
Sampai di sana sudah disambut wajah yang tidak enak oleh petugas BP. Langsung saja di tanya oleh beliau, “Kamu kenal dengan namanya ini?” sambil menyebut nama teman laki-laki di sekolahku. “Kamu ada hubungan apa dengan dia? Kamu pacaran ya dengan dia? Kecil-kecil sudah pacaran. Disini tempatnya belajar menuntut ilmu, bukan untuk pacaran”. Aku langsung menangis, tanpa tahu apa yang terjadi. Aku memberikan pengertian, bahwa semua teman laki-laki hanya kujadikan teman, meskipun banyak yang ingin mengajak pacaran. Akhirnya petugas BP, ngasih tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Dulu, di SMP-ku, 2 minggu sekali di adakan gladi bersih. Itu dilakukan tanpa setahu para siswa. Misalnya, waktu siswa ada tugas di luar kelas, maka akan ada petugas memasuki ruang kelas, membuka tas-tas para siswa. Untungnya di SMP-ku waktu itu tak ada barang haram yang di bawa para siswa. Barang haram yang kumaksud adalah, majalah porno & pil extacy(maaf jika nulisnya salah). Karena waktu itu, ada kasus di SMP lain yang kena masalah itu, jadilah SMP-ku sering dilakukan galdi bersih.
Dan pada saat melakukan gladi bersih, petugas BP menemukan surat cinta di dalam tas teman laki-laki itu, dan membacanya. Petuga BP tersebut tidak memberitahukan isi surat tersebut. Tapi intinya saya tidak boleh pacaran. Dengan menahan malu saya keluar dari ruang BP. Di luar ruangan, entah siapa yang bilang, semua teman-teman sudah tahu masalahnya. Mereka pada mencibirku. “Kecil-kecil sudah pacaran” Bgitu kata mereka. Di manapun saya berada, saya di olok-olok. Seiring berjalannya waktu, kasus itu tak lagi diungkit, sampai saya kelas 3.
hihi males ahh baca nya :p
BalasHapus